Archive for the ‘Cerpenku’ Category

Suasana di kota santri memang sangat menakjubkan sekaligus mengharukan. Disebut menakjubkan, karena hampir sebagian santrinya, ketika hendak tidur, mereka (terutama yang cewek), tidak mengenakan kain sehelai pun. Kecuali BH yang menutupi dua puting payudaranya. Menurut ustadzah yang bertanggung jawab mengurus asrama putri, sebut saja ibu Ida. Bahwa, para santriwati tidak mengenakan sehelai lembar pun ketika tidur (kecuali BH), karena pengaruh cuaca di sekitar pesantren. Kalau tetap dipakai, maka seisi pesantren akan mengalami banjir. Banjir itu berasal dari keringat para santriwati. Oleh karena itulah, dengan kebijakan Mudir pesantren dan atas izin Menteri agama, maka untuk selamanya, selagi belum kiamat, para santriwati dibiarkan tidur telanjang. Termasuk para ustadzah-ustadzahnya.

(lebih…)

Setelah salat subuh berjamaah di kamar bersama seorang sahabat, berdzikir sejenak. Mengingat-ingat kesalahan kemarin. Tadarus beberapa ayat ilahi. Sungguh tenang kurasakan hati ini. kalau saja ini terus berlanjut, rasanya Aku terasa merdeka. Soalnya, ini hanya kurasakan ketika keimananku mulai menebal beberapa hari ini.

(lebih…)