Mimpi Ke-7

Posted: Juli 25, 2009 in Mimpi-mimpiku
Tag:, , , , , ,

Aku dijanjikan dapat pekerjaan pada semester 7. Selain memang semester tujuh aku hanya ada 4 Matakuliah. Aku pun menerimanya, meski agak berat sebenarnya. Berat, karena memang ini adalah pekerjaan yang butuh kerja keras, kerja cerdas berikut harus PD. Tanpa disertai ke-PD-an, dan keberanian untuk melakukannya, sulit bagiku mendapatkan apa yang aku harapkan.

Entah lah, tiba-tiba saja Pak Syasi menawarkanku sebuah pekerjaan. Pak Syasi itu adalah seorang Dosen di Fakultasku. Fakultas Sastra. Ia mengajar Gaya Bahasa. Pendidikan terakhirnya S2 di UIN Bandung. Begitulah kira-kira sedikit biodatanya. Ya, hari itu, aku datang ke rumahnya sendirian tanpa ditemani oleh siapa pun. Sampai aku di tempatnya, dia bicara pada saya tentang pekerjaan yang akan ditawarkan. Setelah aku mendengar banyak tentang informasi itu, aku pun menyetujuinya.”Wah, kebetulan,pak! Saya kan di semester depan (Tujuh) Cuma ada 4 matakuliah, jadi, kalo sekedar mencoba pekerjaan bapak yang ditawarkan, insyaallah bisa,” Kataku denga sedikit tersenyum.

“Ya udah, kalau gitu, kamu nanti ke sini lagi setelah barang-barangnya sampai dari Bos saya,” Pak Syasi melanjutkan. Wah, ternyata pekerjaan baruku adalah menjual alat penjemur pakaian yang terbuat dari Besi. Kalau tidak salah, waktu itu warnanya putih. Dan itu banyak berserakan di ruang tamu pak Syasi. Bercampur juga dengan pakaian-pakaian baru. Pak Syasi juga ternyata Pengusaha,to.

Ketika aku sedang asyik ngobrol bersama sang Dosen itu, tiba-tiba aku melihat adikku di halaman rumah pak Syasi. Adikku itu tampak memakai baju kaos kuning, bawa Tas kecoklatan, serta memakai celana Levis warna coklat muda. Katanya, ia mau kuliah di UIN. Pokonya, rapih,deh penampilannya.

Aku pun tak tahu, entah kemana rumah pak Syasi tadi. Selanjutnya, aku bertemu dengan seseorang, setelah diketahui, ternyata orang itu adalah teman lamaku ketika di Pesantren Raudhatul Ulum, Sakatiga,OKI, Sum-sel. Namanya Rozikin Dahril. Nama yang cukup bagus. Ia terlihat mengenakan baju biru. Aku sangat hafal, bahwa baju yang ia kenakan adalah baju konsulat luar provinsi. Aku pun punya baju yang sama seperti dia. Selanjutnya, aku ngobrol dengannya. Tapi aku tak tahu sama sekali apa yang kami obrolkan.

Tak disangka, adikku datang ke tempat kami ngobrol tadi. Adikku itu, mempunyai nama Abdurrahman. Biasa dipanggil dalam kesehariannya,”Gusdur”, dan yang paling penting dan perlu diingat, bahwa Gusdur yang ini sangat berbeda jauh dengan Gusdur yang ada di Jakarta. Atau panggilan yang lain sering disebut”Oman”. Nah, si Oman atau si Gusdur ini, lalu ngobrol dengan saudara Rozikin Dahril. Sedang aku, sudah tidak ada di tempat itu. Aku melihat mereka ngobrol dari kejauhan.

Beberapa menit berlalu, Oman pun mengguling-gulingkan badannya di Tanah. Ia buka bajunya, kemudian terus semakin jadi mengguling-gulingkan badannya hingga kotorlah badannya. Dari mulutnya mengeluarkan busa dan terlihat seperti nasi. Ia mabuk. Pada akhirnya, pingsan adalah jawaban terakhir. Aku yang menyaksikan adegan itu, tak habis pikir. Kenapa bisa jadi begini. Aku pun prihatin setelah kejadian yang menimpa adikku. Aku benar-benar dilanda kesedihan.

Latar pun berpindah pula. Kini, kejadiannya ada di daerah Puncak
Bogor, Jawa Barat. Sekitar perkebunan Teh. Aku ada di sana bersama seorang teman. Tapi aneh, temanku itu tak tampak, tapi menyertaiku. Ia ngobrol denganku. Yang ada, hanya suaranya saja. Aku jalan-jalan di sekitarnya. Suasananya begitu indah nan hijau. Lama aku berjalan di sana. Pokoknya, aku mengelilingi kebun Teh itu. Entah berapa lama . Selanjutnya, hilanglah bayangan itu. Tak tahu kemana. Mimpi memang aneh dan bikin penasaran!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s