Mimpi Ke-1

Posted: Juli 25, 2009 in Mimpi-mimpiku

Tiba-tiba saya bertemu dengan salah satu teman saya. Dia teman satu kuliah. Namanya Ihsan. Perawakannya tinggi kurus serta memakai Kacamata. Teman-teman satu kelasnya sering menyebut si-HTI. Karena memang, Ihsan seorang aktivis Hizbul Attahrir Indonesia, wilayah Bandung. Ia juga aktif di organisasi yang ada di kampus. LSPI kalau tidak salah. Lebih panjangnya, Lembaga Studi politik Islam. Organisasi itu, ideologinya lebih dekat dengan HTI. Yang saya tahu, saya sering membaca selebaran LSPI yang sering ditempel di mading kampus. Isinya, memang tidak jauh dari ajakan pada penegakan syariat islam di Indonesia. Dan sering pula, dalam tulisan-tulisannya, menyebut bahwa, pendidikan kita, pendidikan Indonesia, disebut sebagai, atau menganut sistem kapitalisme. Saya pun sedikit tahu, bahwa mereka, para aktivis HTI itu, terutama dalam pemilu, mereka pasti tidak memilih. Alias golput.

Saya dalam tulisan kali ini bukan hendak menceritakan tentang HTI-nya, tapi saya ingin menceritakan sedikit mimpi tidur saya. Tentunya hanya yang saya ingat saja. Yang tidak teringat, tidak akan saya tulis. Karena kata Ernest Hemingway, beliau seorang cerpenis dunia yang beberapa kali mendapat hadiah Nobel. Tentunya karena karya yang menyelimutinya. Katanya, jika ingin pandai dalam menulis fiksi, maka tulislah mimpi-mimpi kita yang kita alami ketika tidur. Mimpi ketika tidur, adalah dunia imajinasi. Mimpi itu terkadang aneh, tidak nyambung bahkan sering menemukan-menemukan keganjilan. Itu uniknya mimpi. Jika bisa menuliskannya setiap hari apa yang kita alami ketika mimpi, maka setengah berhasil kita bisa berimajinasi. Untuk selanjutnya, kita menjadi penulis fiksi sejati.

Nah, malam tadi, saya sempat bermimpi. Mimpinya agak aneh. Yang ada dalam mimpi itu, ya dia, Ihsan. Waktu itu, kira-kira agak sore. Langit terlihat berawan hitam dan ditemani rintik hujan. Saya pun agak sedikit basah kuyup. Tepatnya di jalan Manisi, dekat tanjakan kantor kecamatan Cibiru. Saya melihat, tiba-tiba jalan Manisi yang tadinya beraspal hitam, kini menjadi seperti sungai. Awalnya, airnya tidak begitu deras, Biasa saja. Namun, selang beberapa menit, saya sambil ketakutan dan terkejut. Air sungai itu meluap. Persis seperti banjir di Baleendah. Sedangkan di pinggir sungai yang sedang meluap itu, Ihsan dan seorang perempuan sedang asyik bercengkrama. Posisinya, perempuan itu duduk sambil tangannya memegang kakinya. Sedang Ihsan berdiri. Perempuan itu berjilbab. Rambutnya agak sedikit terlihat. Warna jilbabnya kecoklatan. Lusuh. Ihsan memakai baju koko kehitam-hitaman, pake tas hitam pula. Tak lupa, bertengger kacamata khasnya. Dillihat dari samping, mirip seperti artis yang menyanyikan lagu”Terima Kasih Cinta”. Afgan.

Waktu itu, tangan Ihsan melambai tanda menyuruh si perempuan yang ada disampingnya untuk beranjak dari sana. Mengingat, karena mereka sedang berada di pinggir sungai dan airnya semakin tidak menentu. Beberapa menit lagi meluap.Meluber.”Cepat pindah dari sana!” Ujar Ihsan sambil sedikit riweuh. Mendengar panggilan dan ajakan itu, perempuan tadi hanya terdiam dan berujar.”Aku mau tetap di sini saja, tinggalkan aku segera!”.

Ihsan hanya melongo mendengar jawaban seorang perempuan yang tak jelas siapa sebenarnya dia. Selang beberapa detik, kontan saja, air yang tadinya tenang, kini berubah wujud menjadi beringas dan membabi buta ke sekitar rumah penduduk. Setelah itu, tak tahu lagi. Tiba-tiba, berubah ke latar yang berbeda. Di jalan yang tadinya penuh dengan air melimpah, kini, air itu entah kemana. Di jalan beraspal itu hanya meninggalkan tetesan-tetesan air saja ditemani sebuah mobil Truk warna kuning. Lalu, di kanan-kirinya ada sawah yang belum ditanami padi.

Selanjutnya, saya hanya melihat bayangan hitam. Begitulah kira-kira apa yang saya alami ketika berada di alam mimpi kemarin malam. Banyak sekali yang saya lihat dalam mimpi itu, tapi, apalah daya, saya sangat lupa. Benar-benar lupa. Mimpi yang aneh….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s