Menunggu Mood? Maaf, Bukan Prinsip Saya!

Posted: Juli 10, 2009 in Motivasi
Tag:, , , , ,

Jangan menunggu mood. Kalimat itu yang sering saya ingat sampai sekarang semenjak saya membaca beberapa artikel yang berkenaan dengan motivasi menulis. Juga hasil beberapa diskusi bersama teman-teman satu komunitas kepenulisan. Memang benar adanya. Dan itu yang saya rasakan selama ini jika ingin memulai menulis.

Mood menulis, hilang sama sekali dalam benak saya. Dalam ketiadaan mood itulah saya manfaatkan untuk terus menulis. Dan menulis terus. Apapun jadinya, saya tak pernah berpikir ini jelek-bagus terlebih dahulu Mau panjang, atau pendek. Bagi saya itu tidak masalah. Yang masalah adalah jika saya tak menulis satu huruf pun. Apapun yang terlintas dalam pikiran, itu saya hantam. Saya tulis.

Saya menulis untuk detik ini, jujur, gak ada mood sama sekali. Awalnya,saya terus berpikir, mau menulis apa,ya? Dari pada berpikir lama dan lama mikir, saya akhirnya menulis apa yang sedang Anda baca ini. Sepertinya, ini yang akan saya tulis. Sebenarnya, sepulang dari kampus, saya melewati lorong-lorong jalan. Yang di kanan-kirinya komplek kos-kos mahasiswa.
Ketika asyik berjalan, saya melihat ada anak-anak sedang berkumpul dan bercengkerama sesama teman-teman sepermainannya. Dari obrolan mereka, saya hanya menangkap satu percakapan mereka. Atau saya sempat mendengar, ada ucapan yang diucapkan oleh salah satu dari mereka. Kalau tidak salah, berarti benar. Yang mengucapkan itu seorang lelaki. Kira-kira, jika ia sekolah, pantaran SD kelas 6.

Lelaki itu, sambil memanggil temannya pula.”Wey! Isuk tempo inbox,nya? Alus sia euy, aya mbah Surif!”. Itu kira-kira yang saya tangkap apa yang diucapkan ketika saya melewati sebuah lorong yang tak jauh dari kampus saya. Saya terus berjalan,meski kaki reot saya terasa ada yang berbunyi. Mungkin, ada yang lepas beberapa baut kaki. Sudah usang nampaknya. Perlu Anlene. He.

Bukan hanya berjalan yang saya lanjutkan, tetapi pikiran saya semakin liar semenjak apa yang telah saya dengar barusan. Apa pasal? Bukan pasal 28 ayat 1 dan 2. Bukan sama sekali. Tapi ada yang membuat saya iri dari obrolan anak-anak kecil tadi. Kok,iri? Boleh,ya iri? Bagi saya pribadi, iri untuk memotivasi sangat diperbolehkan. Bahkan, jika ada yang melarang pun, saya coba pikir-pikir dulu, mengikutinya, atau saya mengkaji terlebih dahulu.

Saking liarnya pikiran saya, sampai ke sana apa yang saya tulis. Yang membuat saya seperti itu, dan membuat saya menulis, adalah anak-anak tadi. Sekali lagi, anak-anak itu yang salah. Hingga, anak-anak itu jadi korban tulisan saya. Mudah-mudahan mereka tidak tahu, ternyata, percakapan mereka ada yang menyadap. Sepertinya, anak-anak itu kurang pengamanan. Mereka, di areanya tidak menggunakan CCTV. Jika mereka memakai, tak mungkin saya capek-capek menuliskannya. Beruntung lah saya, karena dari mereka saya tahu dunia anak-anak, serta apa yang mereka pikirkan dan inginkan. Begitukah Anda?

Tak banyak sebenarnya apa yang ingin saya tulis berkenaan dengan percakapan anak-anak tadi. Eh,sekedar berbagi info dengan Anda. Apakah Anda tahu, bagaimana saya menulis tulisan ini? Saya kira Anda belum tahu, karena memang belum saya beri tahu. Saya menulis tulisan ini, menurut saya sangat enjoy. Seenjoy Anda membaca tulisan ini. Saya menulis, sambil ditemani Hock Guan Rose Cream Biscuits dan lagu-lagu yang sedang booming saat ini. Misalnya, Tak Gendong-nya mbah Surif, KCB-nya Melly, Muhasabah Cinta, dan sesekali mengenang bintang pop dunia yang baru saja dimakamkan. Dimakamkannya pun, katanya, tanpa otak. Atau lagu-lagu yang dikira bisa menyejukkan hati. Apakah lagu-lagu Jacko menyejukkan hati? Bisa ya, bisa juga tidak. Tergantung siapa kita.

Dengan cara seperti itu, yang tadinya menulis itu sebuah beban, kini beban itu berubah menjadi ringan. Bahkan mengasyikkan. Ini pun tidak bisa dinikmati bagi kita yang belum mencoba. Hindari,kata-kata, bahwa menulis itu sulit jika belum menceburkan dalam kubangan menulis. Itu yang saya rasakan. Bila saya merasa bingung apalagi yang ingin saya tulis, saya berhenti sejenak. Sejenak saja. Kalau bisa hindari terlalu lama. Waktu sejenak itu, saya manfaatkan untuk menikmati Rose cream Biscuits. Dua-tiga potong Biscuits tak tersisa. Setelah itu, saya pun tidak tahu, secara ajaib, kata-kata yang ingin saya tulis muncul kembali. Ya, bisa jadi semacam ilham lah. Insyaallah bila kita mencobanya, ia akan mengalir.

Semakin asyik menulis semakin sulit bagi saya mengakhiri tulisan ini. Anda pun semakin sulit memalingkan mata Anda untuk berpindah dari membaca tulisan saya. Dan, sebenarnya, saya pun turut berterimakasih kepada Anda atas bersedianya Anda membaca tulisan saya. Jika kita plasback kepada obrolan anak-anak di muka, ternyata anak-anak lebih peka terhadap perkembangan zaman. Terutama dalam dunia musik. Mereka pasti sangat hafal lagu mbah Surip. Juga mungkin lagu yang lain. Bagaimana tidak hafal, hampir setiap hari, kita, yang mempunyai pesawat televisi pasti akan disuguhi acara musik. Ada Dahsyat, Dering, Inboxs, dan nama yang lain yang menyuguhkan acara live musik.

Saya pun tidak tahu, mengapa anak-anak di zaman saya, mereka kurang menyukai lagu-lagu yang pantas buat mereka. Atau cocoknya, lagu itu buat remaja-dewasa. Tapi anak-anak menyukainya. Itu kira-kira apa yang terlintas dalam benak saya ketika melewati kerumunan anak-anak di komplek kos. Saya juga, pada akhirnya memuji anak-anak itu karena mereka, ternyata lebih tahu apa saja yang sedang hangat di televisi. Saya hanya berdo’a, mudah-mudahan keingintahuan anak-anak itu tidak sebatas acara musik saja. Tapi lebih dari itu yang sekiranya mendukung prestasi akademik di sekolahnya. Perkembangan berita dunia, berita pendidikan, atau bahkan, anak-anak tahu tidak bahwa kita telah melaksanakan pilpres.

Saya tidak menganggap ini sebuah tulisan serius. Begitupun dengan Anda. Ini hanya semacam ekpresi saya ketika saya tidak sedang mood menulis. Namanya juga sedang tidak mood, maka isinya pun tak jauh dari yang saya rasakan. Atau ini hanya sebuah goresan tak bermakna bagi Anda. Tapi bagi saya, ini sebuah anugrah yang tak terkira. Karena saya bisa menulis bebas tanpa terikat oleh apapun. Saya pun yakin, Anda lebih berkompeten dalam dunia yang sedang saya geluti ini. Dalam tulisan ini pun saya membuat kesalahan, saya tidak akan memohon maaf, sebab rasanya lebih berguna bila saya mohon Anda memperbaikinya.

Iklan
Komentar
  1. dir88gun-Z berkata:

    assalamu alaikum wr. wb.

    Eh, Saudara2ku di penjuru dunia maya, gimana kabar kamu sekeluarga?
    Semuanya baik2, sehat2, & tetep-beriman, aja kan?
    alhamdulillah… akhirnya pilpres 2009 dapat berjalan aman dan lancar.
    /* Lho, mulai nggak nyambung… halah, sambung2in aja deh. */

    Selamat kepada semua pihak yang telah turut berpartisipasi!
    Selamat menanggung amanah rakyat yang telah dibebankan kepada Anda dengan baik.
    Selamat memanfaatkan sisa umur Anda untuk mengabdi kepada Allah & melayani umat.
    Dan masih banyak lagi selamat lainnya yang tidak cukup ditulis di sini.

    Eh, ByTheWay-AnyWay-BusWay… gimana pilihan kamu kemarin?
    alhamdulillah… /* saya nggak tau sih, yang penting kita syukuri aja */
    Eh, tapi ngomong2… kamu tau nggak, kalo kondisi negeri kita sekarang ini udah sangat memprihatinkan bangetz?
    Nggak percaya? Mau bukti? Beneran? Yakin?

    Ya elah, kemana aja, Loe?
    Kelamaan camping ke Planet Saturnus? Masa gitu aja gak tau?
    Lihat tuh, di koran2, di web2, di tv2… atau di jalan2, ada banyak!
    Nih, saya kasih website referensi yang terpercaya, buka di web browser:
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    pokoknya banyak deh, di website lainnya, browsing aja sendiri…

    Terus, sekarang gimana… apa yang bakal kamu lakuin?
    Masih gak peduli sama nasib Saudara2 kita yang tersesat & terdzalimi?
    Pindah ke Planet Pluto aja, Loe! Bumi udah sumpek!

    Buat kamu2 yang kemarin ikut golput pemilu 2009,
    apa kamu pikir kalo kita cuma golput, tau2 sim-salabim, negeri kita jadi makmur sejahtera, happily everafter… dll. dsb. dkk.?
    Terus, buat kamu2 yang kemarin ikut nyontreng pemilu 2009,
    apa kamu pikir kalo kita cuma nyontreng, tau2 abra-kadabra, negeri kita bisa selamat dengan sistem seperti sekarang?

    Terus terang aja Saudara2, sekedar golput itu bukan solusi yang tepat!
    Terus terang juga, sekedar nyontreng itu juga bukan solusi yang tepat!
    Lha, terus kalo gitu solusi yang paling tokcer, apaan donk?
    Solusi yang paling ampuh adalah Islam!
    Huahahaha…3x uhuk…2x!!

    Hah, masih gak percaya lagi? Udah pernah belajar Islam di sekolah, belum?
    Udah tahu belum, kalo Islam itu lebih dari ibadah ritual?
    Kalo belum, balik lagi ke SDN Planet 204-Nebula, sana!
    Nih, saya kasih website referensi yang terpercaya, buka di web browser:
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    pokoknya banyak deh, di website lainnya, browsing aja sendiri…

    Buang semua sistem sekuler & anak cicitnya yang selama ini menggerogoti kehidupan kita! (misal: kapitalisme, liberalisme, demokrasi, dll.)
    Sistem sekuler, yang misahin unsur agama dalam kegiatan se-hari2, sudah terbukti bikin manusia lupa sama Allah!
    Aturan Allah di-injak2, /* kayak cucian aja, emang Nabi nyuruh nginjak2 Qur’an */
    diganti sama aturan bikinan manusia yang dibuat dengan seenak udel mereka sendiri,
    /* udel kok enak? emangnya donat? */
    sehingga banyak manusia yang terlena gara2 nuruti hawa nafsunya!
    Mari kita kembali ke jalan yang benar!
    Mari kita bangkit, sebelum kita dibangkitkan!

    Karena sistem yang ada sekarang ini, cuma dijadikan alat oleh para penjajah untuk memenuhi hawa nafsu mereka!
    Sistem yang penuh dengan bug, unhandled data, troubleshooting, bad sector, dll…
    [system error]
    Sudah saatnya kita ganti sistem “bobrok-bin-destructive” buatan manusia ini dengan sistem yang lebih baik, SISTEM ISLAM!!
    Islam, sudah terbukti & teruji untuk mengatasi segala tantangan & mampu menjawab berbagai problematika umat!
    /* Kok jadi kayak iklan di TV? Whatever lah… */

    Q: Ok, lah… masalahnya emang terletak pada sistem yang rusak, sehingga bikin kondisi negeri kita jadi berantakan kayak gini. Terus… hubungannya sama gue, apa?
    A: Ya elah, Coy! Masih belum sadar juga? Pindah ke Planet Uranus aje, Loe!
    Kita sebagai warga negara yang baik, harus mulai menyelamatkan bangsa & negeri ini, dengan Islam!

    Inget Saudaraku sekalian, kita adalah bagian terpenting dari negeri ini!
    Kita semua adalah pemimpin yang udah diserahi amanah sama Allah.
    Wih, enak… gak perlu repot2 ikut pemilu, langsung dijadiin pemimpin!
    Eits, ada tapi-nya… habis kiamat nanti, kita semua harus BERTANGGUNG JAWAB atas setiap amanah yang telah diberikan kepada kita!
    Salah satu hal yang dimintai pertanggungjawaban yaitu, AMANAH KITA SEBAGAI SEORANG WARGA NEGARA, TAU….???
    Maka dari itu, Anda2 sekalian juga harus terlibat!
    Hihihihi… mau kabur, ya? (^A^)

    Terus… masalahnya sekarang, kita mau jadi pemimpin kayak gimana?
    Mau jadi pemimpin yang nurutin hawa nafsu, & berujung pada kehinaan & kerusakan?
    atau jadi pemimpin yang taat sama Islam, & berujung pada kemenangan & kebaikan?
    Cuma kita yang bisa nentuin! Choose your own path! Ciee…!!! Karena…

    Perubahan sejati adalah perubahan menuju arah yang lebih baik,
    yang dimulai dari pemikiran, perasaan, & cara hidup kita,
    berawal dari cinta & niat yang bersih, tulus, setia, & lurus,
    disertai dengan cahaya ilahi yang senantiasa menyinari hati,
    tiada Illah (yang dicintai, dipatuhi, & disegani) selain Allah.
    /* Rada gak nyambung lagi, y? Sambung2in lagi aja deh! */

    Maka dari itu, Saudaraku sebangsa setanah-air…
    Kita bangkit untuk menerapkan Islam, yuk!
    Secara sempurna dan menyeluruh.
    Mulai dari diri sendiri…
    mulai dari yang sederhana…
    dan mulai dari sekarang…

    Si Jacko (King of Pop) aja mau ber-Islam, masa kita nggak mau?
    Yuuk? Yuk, iya, iyuuu….uuk! /* jayus bangetz sich */
    Karena Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa…
    dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Semoga kita semua bisa meraih kembali kejayaan umat negeri ini, dengan Islam.

    Udah dulu, cukup Sekian “invitation letter” dari saya.
    InsyaAllah, semoga surat cinta ini bisa sedikit “menggelitik” relung hati Saudara2.
    Terserah, situ mau nganggep saya gila atau sinting,
    mau cuek silahkan… mau ikut silahkan… tanggung sendiri konsekuensinya…
    yang penting sekarang tanggungan saya sudah berkurang, fiuh… (^o^)’

    Oh iya, hampir kelupaan… ma kasih atas perhatian ‘n kerja samanya. (T_T)
    Tolong maafin saya, kalo ada kata2 yang salah atau kurang berkenan,
    soalnya saya memang rada2 emosional pas ngomongin masalah ginian, harap maklum.
    Sekali lagi, ma kasih y, cuma Allah yang bisa mbales… (T_T)

    wassalamu alaikum wr. wb.

    NB: Please Read Me…
    Kalo pesennya kebanyakan, gak usah ditampilin juga gak apa2, kok.
    Kalo ada kesempatan, tolong mampir ke sini ya, Ma kacii… (^_^)
    http://www.almawaddah.or.id
    http://www.eramuslim.com
    http://www.harunyahya.com
    http://www.hidayatullah.com
    http://www.hizbut-tahrir.or.id
    http://www.islamic-center.or.id
    http://www.majalah-elfata.com
    http://www.muslim.or.id
    Mohon maaf buat produsen majalah lain, kalo saya cantumin satu2, g cukup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s