Kupasrahkan Diriku

Posted: Juni 17, 2009 in puisi
Tag:, ,

28 Maret 08 kutelorkan titik hitam

Kutulis titik pada kertas putih jadi kelam

Tak bisa kuhindari, kucegah ataupun bantah,

Titik itu ada sejak malam

Sampai titik menghujam

Entah sampai kapan titik itu terus berlari

Mengejarku

Aku hanya bingung, diam, ratusan kata menolak

Tapi akhirnya setuju

Antara bisikan kanan dan kiri

Kanan jangan

Kiri teruskan

Kanan awas

Kiri awas

Kiri awas kalau tak terabas

Jika sampai waktuku

Singgah dan ambillah rohku

Di saat aniaya diriku

Aku tak mau bermain lama dengan bebanku

Aku tak kuasa menaggung beban

Aku tak bisa berbuat apa-apa demi Tuhan

Kupasrahkan raga jiwaku jika kau bosan

Tuhan…

Bait-bait inilah manjadi saksi apakah aku binasa

Atau bukan

Iqomah, 28 Maret 08

08.54

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s