Saria-one

Posted: Juni 16, 2009 in puisi
Tag:, ,

Tuhan-tuhanku selama tiga hari ini coba bersemayam di rongga mulutku

Ia sapa Aku dengan tekukan ronaku

Ronaku meradang, hingga Ia berbuat senonoh, Ia coba cipta lubang, hingga..

Empat titik rawan,

Putih

Bak Humairoh Tak ada terucap nyerah, pasrah apalagi

Malam ini pun, Tuhan-tuhan itu..

Belum juga bosan, Ia asyik..

Ya..tiga hari ini, Aku merasakan seperti Al-Hallaj

Bersatu dengan Tuhan, perih rasanya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s