Muthmainnatul Qulub

Posted: Juni 16, 2009 in CATHAR
Tag:, , ,

Hari ini sekira pukul delapan kurang lima belas, Hasan kedatangan seorang tamu yang tidak disangka sebelumnya. Hasan ketika itu sedang duduk, tepat, di depan pintu kamarnya. Seorang teman itu berambut ikal atau galing. Berbaju kaos warna coklat, bergaris putih. Mengenakan celana hitam levis bermerek iblis ( jeans..he..). Memakai sandal warna hitam. Mereknya, Hasan kurang tahu, lupa. Yang jelas, penampilannya hari ini berbeda. Ada yang baru. Setelah Hasan menanyakan, memang benar. Baju kaos dan sandalnya itu memang baru.

Hasan pun mempersilakan temannya itu masuk kamar. Kemudian Hasan melontarkan pertanyaan,” Hari ini mau ke perpustakaan Jamiah?” Teman Hasan pun menjawabnya,”Iya”. Sebenarnya, Hasan belum siap untuk mengunjungi perpustakaan jamiah detik ini. Namun, sang teman itu lebih dahulu menghampiri kos Hasan. Akhirnya, Hasan pun memutuskan untuk segera pergi ke Perpustakaan. Tapi, Hasan meminta izin terlebih dahulu untuk mandi. Dan bersedia menunggu Hasan sampai selesai mandi. Kemudian berangkat.

Sembari Hasan mandi, temannya itu kemudian duduk di atas kasur. Yang kasur itu seprainya berwarna kuning bunga-bunga. Tak lupa, di tangannya ada secarik kertas. Yang dipegangnya itu adalah cerpen. Prosesi mandi pun usai. Hasan selanjutnya melangkahkan ke dua kakinya menuju kamar. Dan didapatinya temannya itu sedang membaca cerpen.

Spontan, teman Hasan itu bertanya tentang apa yang sedang dibacanya.”Punya siapa cerpen ini?” Begitulah kira-kira pertanyaannya. Hasan kemudian menjawab, bahwa cerpen itu kepunyaan Sukma. Salah satu teman kami juga.

Pukul 08.30, Hasan dan temannya meninggalkan kos. Kos itu kini sendiri. Kami menuju kampus. Kampus kami bernama”Universitas Islam Negeri”, yang dulu disebut IAIN. Yang lokasinya di wilayah Bandung Timur, kecamatan Cibiru, jl. AH. Nasution, kota Bandung ujung.

Sampailah kami di depan Perpustakaan Jamiah. Ada beberapa mahasiswa. Tapi belum begitu ramai. Kami menuju ke sebuah rak buku. Bagian Filsafat. Hasan kemudian mencoba mengambil beberapa buku filsafat. Temannya pun begitu. Untuk selanjutnya, kami pun larut termakan oleh ajaran-ajaran filsafat.

Demikian, semoga bermanfaat bagi pembaca. Tidak terlebih bagi penulis sendiri.

Menjelang Ashar, diteruskan setelah Ashar.

Senin, 04 Juni 07.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s