Sahur

Posted: Juni 15, 2009 in CATHAR
Tag:, ,

Sekitar pukul 21.30 tadi malam, aku berada di sebuah kamar seorang teman. Temanku itu kosnya berada tidak jauh dari kampus. Tepatnya di Manisi, di kos Al-Ikhlas. Pada pukul itulah aku memulai tidur. Tidak seperti biasanya. Biasanya aku tidur sekitar pukul 23.00. Nah, tadi malam tidurku kupercepat, agar tidak kesiangan. Karena Insyaallah, sesuai rencanaku beserta teman, ingin berpuasa sunnah hari senin. Dan alhamdulillah, tepat pukul 03.30 dini hari, kami bangun. Temankulah yang pertama bangun. Sedang aku masih mengguliat-guliatkan tubuhku.
Sembari temanku mempersiapkan untuk sahur, aku bangun dan keluar kamar. Ke kamar mandi untuk berwudhu. Setelah sempurna aku berwudhu, kulangkahkan kakiku ke Mushalla dekat kos untuk salat malam. Salat malamku hanya dua rakaat, dan ditambah witir satu rakaat. Sebenarnya ingin sekali aku salat malam sebelas rakaat, namun waktulah yang kurang berkenan mengizinkannya. Waktu itu jam menunjukkan 04.00, dan waktu subuh setengah jam lagi. Tapi, alhamdulillah dengan dua rakaat dan satu witir, aku bisa berdialog langsung dengan Rabbul Alamin.

Di sepertiga  malam yang dingin itu, kuakhiri salat malamku dengan salam. Salam ke kanan dan ke kiri. Kemudian aku keluar Mushalla, dan menuju ke sebuah kamar bercat Merah Jambu, tempat temanku berada. Kupergoki temanku sedang menyeduh mie Gaga. Aku langsung duduk bersila di hadapan temanku. Dan tanganku ikut mengaduk-aduk bumbu mie di atas sebuah piring plastik. Setelah diaduk rata, mie itu pun dituangkan ke piring, dan diaduk lagi. Dan mie Gaga yang beraroma lezat itu pun siap dihidangkan. Mie gaga tak kelihatan sedih, tapi gembira ada seorang teman yang mendampinginya, yaitu,”kerupuk putih panjang”.

Kami pun khusuk menyantap mie gaga itu dalam satu piring, alias sepiring berdua. Itulah indahnya kebersamaan. Kami ingin, masa-masa seperti itu menjadi kenangan berarti. Tak disangka, tak diduga, lenyaplah mie serta kerupuk itu. Kami ucapkan alhamdulillah kepada Allah yang masih berkenan memberikan rezekinya. Ketika itu pula kami ingat, bagaimana rakyat Palestina tidak bisa merasakan apa yang sedang kami rasakan. Mereka hanya merasakan kejaran-kejaran Tank Israel. Kepada Allah jualah kami berdo’a. Mudah-mudahan rakyat Palestina diberi kekuatan, kesabaran menghadapi kedzoliman Zionis. Semoga juga syahid menjemputmu.

Kira-kira dua puluh menit menjelang adzan subuh, aku merebahkan tubuhku kembali ke kasur. Begitu juga temanku. Ia langsung terlelap pulas. Dan mati sementara. Sedang aku, tidak begitu pulas.

Suara iqomat pun terdengar oleh kedua telingaku. Aku langsung beranjak dari tidurku. Aku wudhu, masuk Mushalla, dan salat subuh. Salat subuhku kali ini, tanpa dzikir dan do’a. Entah mengapa. Hatiku dikejar oleh keterburu-buruan. Padahal aku tahu, ada sebuah riwayat mengatakan,”Siapa saja yang salat, tanpa dilanjutkan dengan dzikir dan do’a sesudahnya, maka orang itu dikategorikan sebagai orang yang sombong,” Begitulah kira-kira kalau tidak salah. Tapi aku memohon, agar terhindar dari sifat yang demikian. Mudah-mudahan.

Aku pun ke kamar temanku lagi. Eh…ternyata belum bangun juga. Padahal subuh berlalu. Aku mencoba menarik selimut yang ada di tubuh temanku dengan tarikan lembut. Cemberut, sinis, itulah jawaban yang kutangkap dari seorang temanku. Aku mencoba lagi menyadarkannya. Masih memberikan jawaban yang sama.

Akhirnya aku memohon pamit. Kusodorkan tangan kanan lembutku untuk bersalaman. Ia membalas. Aku katakan kepadanya, aku pulang sekarang. Ada hal yang harus aku lakukan di kamarku. Coba, apa yang aku lakukan?
Ba’da Dhuhur yang panas. Di sebuah hunian yang dingin. Virus

Senin, 4 Juni 07

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s