Pantun Gado-gado

Posted: Juni 7, 2009 in Pantun
Tag:, ,

Ada jagung ditengah hutan

Ada juga siamang jahat

Kalau hendak berjalan-jalan

Hati-hati banyak penjahat

Tua muda asyik rasanya

Tak ada gading yang tak retak

Kalau memang itu adanya

Terima aja jangan menolak

Pemilu sudah dekat

Para capres tebar pesona

Janganlah terlalu nekat

Marabahaya di depan mata

Solat jumat dua rakaat

Musim haji sebentar lagi

jangan mengharap kiamat

kalau ibadah dipungkiri

kipas angin harganya mahal

pasti dibeli di toko cina

masih banyak orang meramal

sungguh tiada guna

Dari Padalarang ke Cileunyi

Naik Damri yang oke punya

Di tengah jalan Aku bernyanyi

Suara merdu dipuji penumpangnya

Ada rumah di pinggir pantai

Ini rumah berdinding papan

Kalau saudara pilih partai

Jujurlah pada hati dan keyakinan

Zaman ini serba maju

Semuanya berteknologi

Jangan lah lama menunggu

Karena Aku tak tahan lagi

Perempuan berkalung sorban

Itulah film kontroversi

MUI berkata :kesesatan

Jangan terpengaruh, itu hanya provokasi

Tak ada hujan di malam minggu

Hujan turun hari kamis

Awas banyak bujuk dan rayu

Itu hanya janji manis

Ikan laut berwarna merah

Lebih enak dibikin asin

Kalau sudah cemberut dan marah

Awas hendak kesetanan

Enak rasanya makan duku

Lebih enak makan rambutan

Untuk apa terus termangu

Hanya undang kesedihan

Jauh –jauh datang kesini

Kalau tidak untuk belajar

Unruk apa bersuami

Kalau hanya untuk bertengkar

Buat apa solat subuh

Kalau tidak dengan hati

Untuk apa kau bersimpuh

Hanya tuk Allah yang suci

Buah mangga berwarna kuning

Bendera kita merah putih

Janganlah saudara terlalu membanting

Ditakutkan anda letih

Enam kali lima tigapuluh

Lima kali tiga limabelas

Obat ini sudah tak ampuh

Karena sudah berkantong bekas

Buat apa pakai sarung

Karena itu produk budaya

Buat apa terus murung

Lebih baik banyak membaca

Hati-hati tersandung batu

Karena itu menyakitkan

Hati-hati dalam pemilu

Jangan pilih caleg karena penampilan

Antara Garut dan Jakarta

Antara Sumedang dan Bekasi

Buat apa perbanyak harta

Kalau tidak untuk berbagi

Buat apa pergi ke Jombang

Kalau hanya untuk mengantri

Buat apa berfikir melayang

Kalau hanya untuk Ponari

Ke pasar membeli mentega

Ke sekolah menuntut ilmu

Tak usah lah kau membaca

Apalagi tak bermutu

Bandung kota kembang

Cianjur kota makmur

Sembilan bulan ibu mengandung

Sekarang lah kita bersyukur

Tanah ini tanah gersang

Besok hendak digusur

Hai satpol PP yang garang

Tak usahlah terlalu kasar

Sejak kapan BBM naik

Tentu sejak orde baru

Hai saudaraku yang panik

Berharaplah ke Maha tahu

Untuk apa kau menangis

Kalau bukan tanpa alasan

Untuk saudaraku yang pesimis

Jangan banyak harapan

Sungguh sedih hari ini

Melihat instansi banyak koruptor

Sungguh sedih hati ini

Melihat pemimpin berhati kotor

Ini Ponari si anak sakti

Melihat warga antri berduyun

Alangkah bodoh tak pakai hati

Hari gini percaya bebatuan

Rumah sakit tempat yang sakit

Kalau sabar dapat pahala

Bukan sakit sembarang sakit

Semua itu atas kuasa-Nya

Bagai sebuah tubuh

Satu sakit akan menjalar

Tak ada yang lebih ampuh

Hanya Tuhan maha mendengar

Si Doel anak sekolahan

Sedang si Ponari anak sakti

Percuma percaya pada Tuhan

Kalau percaya batu mati

Partai beringin partai orde baru

Partai padi dan kapas partai reformasi

Andai saja mereka bersatu

Pastilah menang di pemilu nanti

Antara SBY dan Demokrat

Antara JK dan Golkar

Kedunya akan lebih merakyat

Jika tak saling bertengkar

PDIP partai wong cilik

Sembako murah adalah jargonnya

Tapi kalau sudah licik

Untuk apa pilih partainya

Pemilu didepan mata

Para caleg mengumbar janji

Kalau ada beri uang permata

Ambil uangnya meski berat hati

Aku bingung memilih partai

Semuanya mengaku bagus

Aku bingung banyak bertikai

Kalau sudah begitu berakhir mampus

Semua partai bagus semua

Para caleg pun berpendidikan

Tapi sungguh itu tak semua

Berapa persen berakhlak beriman

Pemimpin bangsa beriklan ria

Para penonton dimabuk janji

Itulah keadaannya

Jangan sampai terprovokasi

Bulan ini bulannya hujan

Berikutnya bulan pemilu

Jangan pilih partai tak karuan

Kalau hati masih nan ragu

Monas ada di Jakarta

Menara Eifel ada di Paris

Kalau sudah tak bekarja

Tak usahlah kau mengemis

Jalan protokol jalannya panjang

Kalau gang ,itu sempit

Cobalah hindari hutang

Kalau tak mau pailit

Hari ini menunya jengkol

Besok tak tahu lagi

Hari ini pun Ia miscall

Itu pertanda rujuk kembali

Ikan Teri dimakan Hiu

Sate Madura enak rasanya

Kalau sudah rindu menggebu

Sangat sulit melupakannya

Jalan-jalan ke Bintuhan

Tak lupa lewat Seluma

Kalau sudah tak percaya Tuhan

Pastilah sesat selamanya

Pasar Minggu letaknya jauh

Gedung putih begitu juga

Untuk apa berbuat gaduh

Karena itu tiada berguna

Pergi ke Padang membeli Rendang

Kalau ke Garut membeli Dodol

Hari ini tak punya uang

Tapi hindari kerja konyol

Satu minggu kita bertemu

Dua bulan kita berpisah

Tak ada engkau terasa jemu

Sekali bertemu rindu membuncah

Bunga ini bunga Rafflesia

Yang ditemukan di Bengkulu

Tiada lagi terucap kata

Kecuali I love you

Cianjur kota Taucok

Terkenal juga dengan Manisan

Kalau partai ini tak cocok

Mari kita tinggalkan

Mekar bunga sungguh bagus

Musim gugur berguguran

Seandainya partai ini religius

Mari kita sosialisasikan

Burung ini burung Perkutut

Bukanlah pula burung Camar

Tak usahlah kau cemberut

Sebelum datang hingar-bingar

Berkunjung ke pulau Dewata

Pasti bertemu gadis Bali

Susah sungguh mencari wanita

Apalagi berakhlak ilahi

Jembatan Ampera di Palembang

Patung Spinx ada di Mesir

Keduanya tak terbayang

Hingga Aku lahir

Banyak buih di Lautan

Itulah gambaran dosa

Tak ada lain yang dianjurkan

Kecuali dzikir dan do’a

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s