Dodi; Penjaga Masjid

Posted: Mei 26, 2009 in CATHAR
Tag:, ,


Selain aku mengacungkan jempol atas keberaniannya, aku pun turut sedih. Dodi Umartin namanya. Ia teman lamaku semasa SMA. Sifatnya agak keras. Pekerja keras dan rajin ibadah. Semasa SMA biaya sekolahnya hasil kerja kerasnya. Semasa SMA ia bertempat tinggal jauh dari kedua orang tuanya. Dodi tinggal di sebuah masjid, masjid itu bernama”Al-Kautsar”. Ia memilih tinggal di masjid dengan alasan mulia. Tinggal di masjid,”GRATIS”. Asal tahu kewajiban yang harus dilakukan sebagai penjaga masjid. Menyapu, mengepel, membersihkan karpet, dan memanggil umat untuk salat alias adzan. Itulah tugas yang harus diemban seorang Ta’mir masjid. Selain itu, waktu setelah Ashar, mengajar anak-anak TPA. Setelah Magrib, pergi ke rumah-rumah untuk privat ngaji bagi anak-anak. Dari situlah Dodi mendapat rezeki. Perbulan honor penjaga masjid 300 ribu rupiah. Kemudian gaji dari privat, dihitung perminggu.

Menurutku, Dodi hidupnya mandiri. Tidak mengandalkan lagi orangtua. Luar biasa.

Lantas aku sendiri bagaimana??

Magrib menjelang Isya, 30 Mei 2007. Virus

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s