Diburu Tugas

Posted: Mei 8, 2009 in CATHAR
Tag:, ,

” Hari senin dikumpulkan, dan bagi mereka yang tak mengumpulkan dianggap gugur,” Begitu kira-kira yang dikatakan pak Rohanda-dosen saya sepuluh menit menjelang keluar kelas. Hati saya semakin tidak tenang dengan ultimatum bernada tegas itu, sekaligus membuat saya bertambah semangat untuk mengerjakannya.

Nah, makanya mulai tadi pagi saya mencoba bersilaturahmi ke kampus Unpad Jatinangor. Saya masuk ke ruang perpustakaannya. Tentunya perpustaakaan fakultas sastra. Disana saya mulai mencari bahan yang saya butuhkan berkenaan dengan tugas.

Beberapa menit kemudian, setelah mencari tema yang cocok, akhirnya saya coba menanyakan ke penjaga perpustakaan.”Pak, boleh memfotokopi skripsi?” Begitulah kira-kira yang keluar dari ujung kerongkonganku. Sambil berharap, jawaban petugas perpustakaan sesuai yang aku inginkan.”O..sekarang mah gak boleh, Anda jurusan apa?” Sedikit deg-degan aku pun tanpa ragu langsung menjawab,”O..gitu,ya pak..saya jurusan sastra Arab UIN Bandung..” Dengan pede-nya. Sungguh, jawaban yang kurang memuaskan itu membuat hati ini sedikit tidak bersemangat.

Setelah kejadian yang membuat hatiku kecewa itu, aku langsung berputar arah menuju ruang sebelah. Disana, di ruang itu, kusapu semua rak. Kutemukan buku yang kucari; Metode Penelitian sastra. Otakku pun selanjutnya terus berputar, bagaimana caranya aku bisa meminjam buku ini. Sedang aku tak punya/belum buat kartu peminjaman. Sempat terlintas di hati ini,”Simpan aja dibalik baju, gak ketahuan kok! Kapan-kapan bisa dibalikin, tenang aja..”. Begitulah godaan Jin penghuni perpustakaan UNPAD.

Namun, keberuntungan ternyata ada di pihakku. Aku katakan beruntung, karena kalau saja aku turuti godaan Jin itu, aku berarti semakin menantang yang menciptakan Jin. Keberuntungan yang lain, ya..aku sungguh beruntung kuliah di UIN. Di UIN itu, sangat kental sekali dengan ritual-ritual keagamaannya. Jurusan apapun, kalau di UIN, dapat dipastikan ada matakuliah yang berbau “islam”. Karena itulah, spiritual mahasiswa UIN terbilang kental. Jadi, mustahil anak UIN tergoda dengan godaan Syetan yang juga terkutuk.

Setelah pertengkaran batin yang cukup sengit itu berlangsung, dan yang berhasil memenangkan adalah aku, maka buku yang tadinya kutenteng, kembali aku masukkan ke Rak. Kubaca hanya sekilas. Tidak lama. Karena jika terlalu lama aku di gedung itu, aku takut. Takut semakin banyak lagi Jin-jin yang lain menyambangiku. Aku ambil tas di tempat penitipan, dan langsung rehat sejenak ke masjid UNPAD. Sambil sesekali mengagumi pemandangan ke arah Sumedang. Begitu indah. Indahnya seperti Cleopatra yang dirindukan, seperi dalam novel penggugah Psikologi, karya Habiburrahman El-Shirazi; Indahnya Pesona Cleopatra.

Suara panggilan ilahi terasa merontokkan bulu rambutku. Hatiku pun hampir menangis mendengarnya. Kulangkahkan kaki keriputku menuju tempat penyucian jiwa. Aku berwudhu. Tentunya berwudhu seperti kebanyakan orang islam melakukannya. Segar.

“Cibiru..cibiru..” Suara kondektur bis Damri. Aku menaikinya. Menjerit.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s