Protes Manusia Pada Tuhan

Posted: Desember 2, 2008 in puisi
Tag:,

Suara musik begitu mengguncang tempatku sedang nge-Net. Sedang di luar sana rintik hujan terus mengguyur disertai lalu lalang kendaraan bermotor. langit tak henti-hentinya mengeluarkan kerlipan cahaya, tanda sang pemilik sedang mengintai. Aku disini mangeja kata-kata, menumpahkan seluruh kekuatan imajinasi yang begitu liar, seliar macan Tutul.

Entah ada apa denganku. Hati begitu menggebu, menuruti nafsu yang terus menyerbu. Hentakan jari terus berlangsung  meski pikiran sedikit kacau dengan perasaan. Perasaan yang sedari tadi belum terlaksana karena gelora jiwa sempat terhenti.

Rintik hujan belum juga berhenti. Apa maunya ini ? mau menyiksa umat bumi ? memang sudah selayaknya begitu. umat sudah mulai ingkar dengan janji-Mu!. Eh, belum juga hujan usai, kenapa ?

Malang nian nasibmu hai penghuni Bumi. Sebentar lagi sekumpulan rintik itu akan melumatmu tanpa ada yang tesisa. Mau kemana ? Aku akan terus menghadang Tuhan !. Tuhan yang mana ?? Tuhan yang mana-mana..

Tuhan hanya akan menyelamatkan yang putih menurut kata hati Tuhan. Tak ada kompromi lagi-lagi negoisasi. Kata Tuhan “suci”, maka suci. Kata Tuhan ” abu-abu “, maka abu-abu.

Hidup adalah sebuah rentetan skenariao, yang harus dijalani sesuai rasio. Panggungnya adalah alam. Babak terakhir ada dua: pintu suci dan pintu abu-abu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s